Etika Makan (Table Manners)

{ Posted on 12:17 AM by KomunitasBloggers }

Etika makan atau Table Manners adalah aturan yang harus dilakukan saat bersantap bersama di meja makan. Etika makan diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan aturan standar terutama saat bersantap bersama-sama di sebuah acara resmi atau acara makan bersama di keluarga besar. Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, yaitu :
  • Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan
  • Berbicara dengan volume suara yang rendah
  • Tutupi mulut saat batuk atau bersin
  • Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi
  • Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan
  • Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan
  • Jangan mengejek atau memberitahu seseorang bahwa dia memiliki etika makan yang buruk
  • Jangan bersendekap di meja makan
  • Selalu meminta ijin ke empunya acara saat akan meninggalkan meja makan
  • Jangan menatap mata orang lain saat dia sedang makan
  • Jangan berbicara di telepon di meja makan. Meminta ijinlah saat anda benar benar harus menjawab telepon, dan meminta maaflah saat kembali.
  • Jangan menimbulkan suara saat memakan sup
  • Letakkan garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah jam 5 di atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam. Ini menandakan bahwa anda telah selesai makan.
  • Lap yang disediakan di atas meja tidak boleh digunakan
  • Jangan menghilangkan ingus dengan lap tangan. Lap yang disiapkan untuk anda hanya untuk membersihkan mulut bila kotor
  • Jangan mengambil makanan dari piring orang lain dan jangan memintanya juga
  • Telan semua makanan yang ada di mulut sebelum minum
  • Jangan menggunakan tangan saat mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut, gunakan tusuk gigi
  • Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan
  • Tawarkan ke orang di sebelah anda saat anda akan menuangkan minuman ke gelas anda
  • Sisakan makanan sedikit bila anda tidak ingin atau tidak sanggup menghabiskan makanan
  • Tunggu ada aba-aba untuk mulai memakan makanan yang dihidangkan
  • Menambahkan bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki
  • Kecuali di restoran, jangan minta untuk menyingkirkan sisa makanan anda kecuali acara makan sudah selesai dan jangan pernah melakukan bila diundang ke acara formal.
  • Jangan lupakan satu hal yang umum, jangan lupa untuk selalu mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan
ETIKA MAKAN MENURUT BUDAYA JAWA
  • Bagi sebagian masyrakat Jawa yang masih menjunjung adat, makan adalah kegiatan sehari-hari yang tidak boleh terlepas dari sopan santun dan aturan budaya jawa.
  • Setiap gerak, ucapan dan perilaku harus lebih diutamakan • Saat suatu keluarga mengadakan jamuan makan, tempat duduk ini diberikan pada tamu yang paling mereka hormati atau yang paling di tuakan. Jika sang tamu terhormat atau yang paling tua belum duduk, tamu lain belum diperkenankan duduk. Acara makan juga belum dimulai jika tamu terhormat belum mulai makan.
  • Saat santapan dimulai, orang muda harus menunggu orang yang lebih tua, baik untuk mengambil nasi atau untuk memulai makan.
  • Saat makan sebaiknya tidak menggunakan suara yang keras atau tertawa yang keras.
  • Bila mengambil nasi atau lauk sebaiknya mengambil dalam p[orsi yang cukup, kalau kurang bartu tambah lagi. Jangan sampai menyisakan sisa makanan didalam piring.
  • Saat mengunyah sebaiknya tidak berbunyi dan dengan mulut tertutup.
  • Jangan bersendawa dan gelekan setelah makan.
  • Bila buang ingus harus keluar dari meja makan.
  • Bila diundang menjadi tamu di dalam jamuan makan di rumah, sebaiknya mencobai semua jenis makanan yang ada meskipun sedikit.
  • Menambah porsi makan tidak masalah asal jangan berlebihan.
Etika Makan Internasional
Menghadiri perjamuan makan ala Barat atau Internasional hendaknya memperhatikan etika berikut:
  1. Hendaknya menunggu makanan sudah tersedia di depan semua tamu, setelah nyonya rumah memberi isyarat baru mulai bersantap. Sebelum nyonya rumah mengambil sendok atau garpu, para tamu hendaknya tidak mengambil makanan apapun. Ini adalah kebiasaan orang Amerika, yang agak berbeda dengan beberapa negara di Eropa.
  2. Serbet makan hendaknya dibentang di atas lutut. Bila agak besar, hendaknya dilipat dan diletakkan di atas paha. Apabila agak kecil, boleh dibuka keseluruhannya. Serbet makan meskipun boleh dikenakan di sekeliling leher atau di depan dada, namun terlihat kurang sedap dipandang, maka sebaiknya jangan dilakukan.
  3. Boleh menggunakan serbet makan untuk menyeka mulut ataupun jari tangan, namun jangan dipakai untuk menyeka peralatan makan.
  4. Pada saat makan duduklah tegak, jangan terlalu miring ke depan, juga jangan meletakkan ke dua siku di atas meja, agar tidak membentur tamu di samping.
  5. Dalam menggunakan pisau dan garpu, hendaknya tangan kanan memegang pisau, tangan kiri memegang garpu. Bila hanya menggunakan garpu boleh menggunakan tangan kanan. Dalam menggunakan pisau, bagian yang tajam jangan menghadap ke luar. Terlebih lagi jangan menggunakan pisau memasukkan makanan ke dalam mulut.
  6. Sewaktu memotong daging jangan menimbulkan suara berisik beradunya pisau dan piring. Ketika makan mie, boleh dimakan dengan dililitkan pada garpu, jangan ditusuk. Di pertengahan jalan bila meletakkan pisau dan garpu, hendaknya diletakkan di atas piring dengan membentuk huruf V terbalik yaitu 八.
  7. Apabila pisau dan garpu diletakkan bersama memiliki arti telah selesai makan.
  8. Roti hendaknya diambil dengan tangan, kemudian diletakkan pada piring kecil di samping atau di bagian pinggir piring besar, janganlah mengambil roti dengan menusukkan garpu. Mentega hendaknya diambil dengan pisau mentega, jangan menggunakan pisaunya sendiri. Mentega yang diambil diletakkan di piring kecil di samping, jangan langsung dioleskan di atas roti. Jangan memotong roti dengan pisau, juga jangan mengoleskan mentega keseluruh permukaan roti, melainkan setiap kali dicabik sedikit, diolesi dan dimakan.
  9. Salad dimakan dengan garpu. Garpu dipegang dengan tangan kanan, ujungnya menghadap ke atas. Bila salad dimakan bersama roti atau kue kering, tangan kiri boleh memegang sepotong roti kecil atau kue kering, membantu garpu mengambil salad.
  10. Ketika menyantap ikan, tangan kiri boleh memegang roti, tangan kanan memegang pisau untuk menyingkirkan duri. Tulang dan duri ikan yang sudah berada dalam mulut jangan langsung diludahkan ke dalam piring, melainkan ditangkap dengan garpu dan diletakkan di atas piring dengan perlahan. Atau diupayakan tanpa menarik perhatian diambil dengan tangan dan diletakkan dipinggir piring, jangan dibuang di atas meja atau lantai. Biji buah hendaknya
  11. Makanan di dalam mulut hendaknya ditelan dulu sebelum minum, jangan mendorong makanan di dalam mulut dengan air. Perlu diperhatikan untuk menyeka mulut sebelum minum air dari gelas agar tidak mengotorinya.
  12. Pada saat menyantap jangan mengangkat mangkuk atau lepek. Minum kuah boleh kopi jangan meletakkan sendok di dalam gelas.
  13. Bersantap, terutama minum kuah jangan mengeluarkan suara. Pada waktu mengunyah hendaknya menutup mulut.
  14. Jangan membuang ingus atau bersendawa di meja makan. Bila bersin atau batuk hendaknya meminta maaf kepada orang di sekeliling.
  15. Di meja makan jangan mengorek gigi. Bila ada yang mengganjal di sela gigi, terpaksa harus dikeluarkan, hendaknya menutupi mulut dengan serbet makan, sebaiknya menunggu tidak ada orang lain baru dikeluarkan.
  16. Waktu makan selalu berdiam diri adalah kurang sopan, hendaknya berbincang dengan orang di sebelah. Namun pada saat mengunyah jangan berbicara. Sekalipun ada yang mengajak Anda berbicara, juga mesti menelan dulu makanan di mulut baru menjawab. Sewaktu berbicara boleh tidak meletakkan pisau garpu, namun jangan sambil menggerak-gerakkannya di udara.
  17. Di meja makan, segala makanan hendaknya di-ambil dengan pisau dan garpu. Hanya seledri, buah-buahan, snack kering, buah kering, permen, irisan kentang goreng, jagung, paha katak, roti dan lain-lain, boleh dimakan dengan dipegang tangan.
  18. Ketika pelayan membagikan makanan secara berurutan, saat sampai di sebelah kiri, baru merupakan giliran Anda. Bila pelayan masih berdiri di sebelah kanan janganlah mengambil, saat itu merupakan giliran tamu yang ada di sebelah kanan Anda untuk mengambil makanan.
  19. Waktu mengambil, sebaiknya setiap macam diambil sedikit, dengan demikian akan menyenangkan nyonya rumah. Kalau memang sangat tidak menyukai makanan tertentu, juga boleh mengatakan, �Terima kasih, tidak.
  20. Ketika nyonya rumah akan mengambilkan makanan untuk anda. Anda boleh menyodorkan piring bersama pisau dan garpu kepa-danya atau menyerahkan kepada petugas. Bila beliau tidak menawarkan kepada anda, andapun tidak dapat meminta tambah, karena berbuat demikian sangatlah tidak sopan.
  21. Beberapa jenis makanan seperti roti, mentega, selei, acar, buah-buahan yang dikeringkan, permen dan lain lain, perlu menunggu nyonya rumah mempersilahkan baru boleh disantap.
  22. Para tamu ketika bergilir mengambil makan, tamu pria selayaknya mempersilahkan tamu wanita disampingnya mengambil dahulu, atau menawarkan jasa untuk mengambilkannya.
  23. Sewaktu makan, jangan mengambil makanan melintasi muka orang. Bila memerlukan sesuatu hendaknya disampaikan melalui bagian belakangnya.
  24. Setelah makan, para tamu hendaknya menunggu nyonya rumah berdiri baru satu per satu mengikutinya meninggalkan meja makan. Meninggalkan perjamuan ketika masih makan atau ketika perjamuan belum selesai adalah kurang sopan. Setelah berdiri, tamu pria hendaknya membantu kaum wanita untuk mengembalikan kursi ke tempatnya semula.
  25. Serbet makan diletakkan di atas meja, jangan dilipat seperti keadaan semula.
  26. Agar seluruh perjamuan dipenuhi atmosfir menggembirakan dan harmonis, bukan saja para tamu mesti berperilaku tepat dan sopan, sikap tuan dan nyonya rumah juga sangat menentukan.
  27. Setelah perjamuan dimulai, kewajiban tuan dan nyonya rumah adalah memfasilitasi komunikasi yang hidup dan menarik, setiap tamu tidak terabaikan. Bila ada seseorang yang membicarakan topik yang kurang tepat, tuan rumah hendaknya secara cerdik segera mengalihkan topik pembicaraan.
  28. Dalam perjamuan, tuan rumah hendaknya menunggu para tamu selesai menyantap sejenis makanan baru melanjutkan dengan jenis berikutnya.
  29. Tuan rumah hendaknya tidak makan terlalu cepat, bila kebanyakan orang sudah selesai, sedangkan ada beberapa orang masih belum menyelesaikannya, maka sebaiknya mengurangi kecepatan agar tidak ada tamu yang merasa kurang nyaman.
  30. Dalam perjamuan, tuan rumah hendaknya berusaha keras agar setiap tamu merasa nyaman dan leluasa. Andaikan seorang tamu menjatuhkan pisau garpu di lantai, hendaknya dengan sopan segera mengupayakan penggantinya.
  31. Bila seorang tamu tanpa sengaja memecahkan piring atau mangkuk, nyonya rumah hendaknya dengan tenang membereskannya dan mengucapkan kata-kata yang menghibur, jangan menunjukkan wajah yang tidak senang.
  32. Tuan rumah tidak boleh memerinci perhitungan biaya yang dikeluarkan dalam perjamuan di depan para tamu.
ETIKA MAKAN DALAM JAMUAN BISNIS

Jangan sepelekan etika makan saat berbisnis. Sebab, berdasarkan hasil survei lembaga riset diketahui, 49% Bagian Keuangan menyatakan sebagian besar keberhasilan transaksi bisnis justru terjadi di luar kantor, seperti di restoran atau tempat entertain yang lain. Hasil survai juga menyebutkan yang menjadi wakil perusahaan wajib mengerti tentang bagaimana cara meng-entertain (menghibur) klien dan tata cara makannnya. Sebab, hal itu mempengaruhi citra perusahaan. Cara makan seseorang itu menunjukkan karatkernya dan berpengaruh terhadap citra perusahaan. Hubungan Sosial, entertaining etiquette bertujuan mempererat hubungan sosial antara yang mengundang maupun tamunya, baik untuk kepentingan bisnis atau keperluan lainnya. Tips bagi pengundang, tentukan restorannya, datang lebih awal, siapkan pembayaran, dan selalu menawarkan.
Sementara bagi penerima undangan jangan terlambat, perhatikan kode-kode undangan, beri tahu jika vegetarian/ alergi terhadap makanan tertentu.

ETIKET UMUM JAMUAN MAKAN BISNIS

1. Memperkenalkan Sesama Kolega
Untuk memperkenalkan dua orang teman yang tidak saling mengenal pada tempat yang tidak formal pasti lebih mudah dibandingkan di tempat yang lebih formal semisal di seminar atau rapat. Dengan memperkenalkan secara resmi orang-orang yang Anda kenal tetapi di antara mereka belum saling mengenal, suasana kaku dan tak nyaman pun bisa sirna.Utamakan orang yang lebih penting (lebih tua atau posisinya lebih tinggi). Jika Anda sedang berada di acara makan siang bisnis dan ingin memperkenalkan atasan Anda pada kolega dari perusahaan lain, misalnya, sudah pasti dalam hal ini atasan Anda merupakan orang yang lebih penting. Katakan langsung kepadanya, “Pak, perkenalkan Sdr. Putra dari Perusahaan X.” Lalu kepada Putra, katakan, “Putra, perkenalkan atasan saya dari Perusahaan Y, Bapak Pangaribuan”. Dengan demikian, perkenalan singkat tadi dapat berkembang pada pembicaraan lebih lanjut di antara mereka. Anda dapat mengganti contoh atasan dan kolega dengan ibu Anda dan teman, atau kakek Anda dengan sahabat Anda. Bila tidak yakin siapa yang harus Anda dahulukan,
Anda dapat memilih seseorang yang sepantasnya didahulukan.
2. Berdiri Jika Ada Yang BangunMenurut etika, seorang pria sebaiknya berdiri jika rekan semejanya yang berjenis kelamin wanita meninggalkan meja atau kembali ke meja setelah ia dari kamar kecil, misalnya. Hal ini tampak kuno tetapi tetap berlaku untuk masa kini. Kecuali pada acara makan siang bisnis, seorang pria harus berdiri bila seorang wanita yang duduk di meja yang sama, apakah itu istrinya atau orang lain, akan meninggalkan meja ataupun kembali ke meja. Terutama bila wanita tersebut duduk di sebelah Anda. Para wanita menghargai sikap ini. Pada meja yang agak padat, beri ruang pada seorang wanita yang akan duduk ataupun berdiri.
3. Perbaiki Dasi Walaupun Anda sedang merasa sangat lapar dan ingin segera makan, jangan lupa atur letak dasi sebelum mulai menyantap hidangan sehingga tidak mengganggu saat Anda tengah makan. Jangan letakkan dasi ke belakang bahu karena hal ini tampak tidak sopan dan tidak rapi. Bila tidak mempunyai klip khusus untuk dasi, masukkan sedikit bagian ujung dasi ke dalam kemeja. Serbet juga dapat dipakai untuk menutupi dasi Anda.
4. Cicipi
Anda tidak tahu apakah makanan yang akan dimakan sudah cukup asin atau belum. Jangan rusak acara makan tersebut dengan menambahkan garam pada makanan sebelum Anda tahu pasti apakah makanan tersebut sudah cukup asin atau belum bagi Anda. Karena dengan langsung menambahkan garam tanpa mencicipinya terlebih dahulu dan ternyata makanan tersebut sudah cukup asin, Anda tidak mungkin dapat menghabisi makanan tersebut dan hal ini akan memberi kesan tidak baik. Alasan berikut (dan hanya berlaku di pesta makan malam), menambahkan garam pada makanan di piring Anda akan memberi kesan seakan Anda tidak percaya terhadap masakan tuan rumah. Bila ditanya apakah perlu garam, minta garam dan lada, karena garam dan lada selalu berada bersama.
5. Siku Di MejaMeletakkan siku di meja memang nyaman tetapi hal ini tidak dibenarkan bila Anda melakukannya pada suatu jamuan makan siang atau makan malam. Hal ini memberi kesan tidak sopan. Apalagi bila kemeja yang Anda kenakan berlengan panjang. Bila terkena noda, akan terlihat jelas. Kapan Anda boleh meletakkan siku di meja makan? Waktu yang tepat adalah di antara dua makanan. Maksudnya, pada waktu selesai menyantap makanan pembuka dan akan masuk ke makanan utama atau pada saat selesai menyantap makanan utama dan akan melahap makanan penutup. Anda dapat relaks sebentar sambil menantikan makanan berikutnya. Atau dapat juga pada saat Anda harus berbicara dengan teman satu meja yang posisinya tak langsung di sebelah Anda. Letakkan siku di atas serbet dan dekatkan posisi Anda dengan lawan bicara sehingga Anda dapat mendengar apa yang dikatakannya, demikian pula sebaliknya.

ETIKA MAKAN DI KANTOR
Jam istirahat yang terlalu singkat, ingin berhemat, kantin yang jauh dari kantor, masih banyak pekerjaan yang belum selesai, atau sekedar malas keluar kantor adalah beberapa alasan yang membuat karyawan seringkali melewatkan makan siang mereka. Namun, dengan alasan kesehatan yang berdampak pada produktifitas kerja, mau tidak mau tubuh harus tetap mendapatkan asupan makanan agar bisa terus bekerja. Hasilnya, membeli makanan lalu menyantapnya di meja makan siang atau sekedar ngemil di meja kerja pun menjadi pilihan. Perut tetap terisi, dan schedule pekerjaan tetap jalan sebagaimana yang direncanakan.
Makan di meja kerja memang lazim dilakukan oleh para karyawan, bahkan jika peraturan perusahaan sebenarnya tidak memperbolehkan hal tersebut. Sekalipun ada ‘toleransi’ dari perusahaan demi menjaga kesehatan dan performa kerja karyawan, bukan berarti Anda dapat mengabaikan etika. Di bawah ini adalah beberapa rules yang harus diperhatikan tentang etika makan di kantor:
• Make it simple. Anda tetap harus ingat bahwa meja kerja bukanlah meja makan, jadi sebaiknya bawa makanan yang tidak terlalu menghabiskan banyak tempat dan dikemas dengan praktis.
• Jangan makan di depan klien atau sambil bicara di telepon. Berhati-hatilah jika sewaktu-waktu klien Anda masuk ke ruang kerja atau menghampiri meja Anda. Hentikan aktivitas makan jika Anda harus melayani mereka. Jika pekerjaan Anda berhubungan dengan pemakaian telepon, jangan pernah mengangkat telepon atau berbicara dengan mulut penuh makanan.
• Hindari makanan berbau tajam. Makanan yang mengandung bawang atau bahan beraroma kuat dan masih panas mungkin terasa menggugah selera bagi Anda, tapi belum tentu teman kerja Anda menyukainya. Karena itu pilihkan makan siang yang tetap nikmat dimakan walaupun sudah dingin. Selain dapat menganggu orang lain, aroma yang terlalu kuat dapat menarik perhatian.
• Perhatikan waktu makan. Gunakan waktu break Anda dengan sebaik-baiknya. Meskipun seolah-olah Anda makan sambil bekerja, tapi performa kerja Anda tidaklah maksimal. Selesaikan dengan cepat makanan Anda, kemudian bersiaplah bekerja kembali.
• Jaga kebersihan. Bersihkan meja kerja Anda setelah makan, jangan sampai ada sisa makanan yang tertinggal. Selain demi kenyamanan Anda bekerja, remah-remah yang terselip di keyboard atau di meja Anda adalah media yang baik untuk perkembangan bakteri merugikan.
• Hargai rekan kerja Anda. Saat Anda sedang asyik makan, mungkin rekan kerja Anda masih sibuk bekerja. Maka hargailah mereka dengan tidak membuat terlalu banyak keributan atau mengajak mereka mengobrol. Apalagi jika mulut Anda penuh dengan makanan, selain tidak sopan juga untuk mencegah Anda secara tidak sengaja menyemburkan makanan ke wajah mereka.
• Bersihkan diri setelah makan. Karena Anda masih harus bekerja setelah makan, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun untuk kebersihan dan menyikat gigi. Selalu bawa sabun atau hand sanitizer jika tempat kerja Anda adalah shared workspace.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, diharapkan Anda dapat tetap menjaga etika sekalipun sebenarnya makan dalam kantor dianggap kurang pantas. Selain itu, jika memang memungkinkan ada baiknya mulai memisahkan antara waktu bekerja dan makan atau istirahat siang. Hal ini supaya dua-duanya dapat berjalan baik tanpa saling mengintervensi satu sama lain.

No Response to "Etika Makan (Table Manners)"

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Dalam Batas Wajar

Related Posts with Thumbnails

Followers